Di zaman bikin suratkabar atau majalah tidak perlu izin apa pun seperti sekarang ini, apa s
ajakah motif seseorang menerbitkan suratkabar atau majalah? Coba kita inventarisasi kemungkinan-kemungkinan motif di baliknya:
- 1. Idealisme (menegakkan keadilan, kebenaran, membela si lemah, menyuarakan kepentingan umum, menegakkan demokrasi, dlsb).
- 2. Bisnis (mengharapkan bisa jadi lembaga bisnis, kecil maupun besar)
- Politik (sebagai alat membela dan memperjuangkan aliran politik)
- Agama (untuk menyiarkan ajaran agama)
- Kepentingan sesaat (ingin dekat penguasa atau ingin jadi penguasa, mulai dari bupati/walikota, gubenrur, dlsb)
- Coba-coba
- Digoda/di “hasut” orang lain (terutama oleh para mantan wartawan)
- Menyalurkan hobi
- Belum ada pekerjaan lain (umumnya dilakukan oleh anak orang kaya yang baru pulang sekolah dari luar negeri)
- Ngobyek (untuk mencari penghidupan kecil-kecilan dengan asusmi akan ada saja orang yang takut kepada pers dan karena itu bisa diminta/diperas uangnya. Termasuk di kelompok ini adalah pers sebagai alat untuk mencari proyek)
![Sweet Memories....274/365 [Explore] #1 Sweet Memories....274/365 [Explore] #1](http://static.flickr.com/7047/6948702431_7b0dc74f21_t.jpg)

